Home / berita umum / Turunnya Nilai Rupiah Berpengaruh Atau Tidak Dalam Politik

Turunnya Nilai Rupiah Berpengaruh Atau Tidak Dalam Politik

Turunnya Nilai Rupiah Berpengaruh Atau Tidak Dalam Politik – Nilai rubah rupiah pada dolar Amerika Serikat (USD) menyentuh angka Rp 14. 800 di jaman pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Banyaknya itu udah menyentuh level terendahnya sejak 20 tahun saat kemarin.

Berdasar pada kurs transaksi Bank Indonesia dalam hari ini (4/9/2018), 1 USD sampai Rp 14. 841, 00. Melemahnya nilai rubah dolar berlangsung di tahun politik dimana Jokowi kembali maju ke Pemilihan presiden 2019 bersama dengan Ma’ruf Amin. Lebih, waktu pengesahan capres/cawapres oleh KPU tinggal mengkalkulasi hari, ialah tanggal 20 September 2018. Selanjutnya, bagaimana resikonya dengan politik?

Anggota Komisi Keuangan DPR dari F-PDIP Hendrawan Supratikno menuturkan, pelemahan nilai rubah rupiah pada USD dapat ‘dimainkan’ lawan politik Jokowi menjadi pelemahan siasat penyelarasan pada BI serta pemerintah.

” Dengan politik, semestinya depresiasi rupiah pada dolar bisa dimainkan menjadi bentuk kekurangan siasat pembangunan serta penyelarasan pada BI serta pemerintah. Desas-desus lainnya yaitu inflasi yg mungkin akan naik, ” kata Hendrawan pada wartawan, Senin (3/9) malam.

” Kami mememohon beberapa langkah dilaksanakan lebih tegas (decisive). Banyak kebijakan sehubungan pengendalian devisa, insentif untuk perbanyakan supply valuta serta devisa hasil export (DHE), jamin pembayaran utang korporat, dan seterusnya supaya dirapikan dengan antisipatif, ” ucapnya.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi Keuangan DPR dari F-Gerindra Soepriyatno menyarankan pemerintah membuat kebijakan pengetatan. Bila kedepannya berlangsung efek politik seperti demo besar-besaran, menurut Soepriyatno itu telah berikan lampu merah untuk pemerintah.

” Saya menyebutkan bila itu berlangsung, kronis telah. Lebih kronis dari tahun 1998. Bila 1998 itu swasta banyak pinjam, saat ini BUMN sama pemerintah. Utang BUMN saja Rp 2000 triliun. Ini utang BUMN pengen kita jual semua? Apa bank-bank kita pengen diserahkan ke luar negeri. Kebijakan pengetatan ikat pinggang ini terutama, ” ujarnya.

Sehubungan mengamuknya dolar AS, pemerintah menuturkan penyelarasan dengan BI serta OJK selalu ditingkatkan. Kolaborasi yg disebut yaitu dari segi info yg diungkapkan ke publik terutamanya tentang kebijakan kestabilan. Hingga pemerintah serta otoritas moneter dan OJK dapat sama-sama mengatur, baik dari segi pasar surat bernilai, portfolio, nilai rubah, kemudian dinamika bagian riil seperti export serta import.

” Nah beberapa langkah yg dapat dilaksanakan dalam waktu begitu pendek yaitu lakukan pengendalian dari segi kepentingan devisa, lantaran ini memang yg dapat dikontrol. Karena itu, kami bersama dengan Mendag serta Menperin memandang konstruksi dari komoditas yg sekian lama ini di-import akan tetapi nilai makin ke perekonomian sedikit, ” papar Menkeu Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/9).

About admin