Sandiaga Mengaku Tak Mau Tanggapi Serangan Jokowi Dan Memilih Fokus Isu Lebih Strategi

Sandiaga Mengaku Tak Mau Tanggapi Serangan Jokowi Dan Memilih Fokus Isu Lebih Strategi – Calon wakil presiden urut 02, Sandiaga S Uno menyebutkan makna Propaganda Rusia yg diperlukan Calon presiden petahana, Joko Widodo ( Jokowi) buat menyerang kubunya gak strategis serta gak butuh diperpanjang kembali.

Sindiran Sandi ini diungkapkan waktu menjawab pertanyaan wartawan di Surabaya selesai hadir diskusi panel mengenai ekonomi di Aula Lt 2 Homestay, Kompleks Universitas B Unair Surabaya, Jalan Karang Menur Timur, Kamis (7/2).

“Ya, saya pikir gak butuh diperpanjang. Kita tdk gunakan konsultan asing, serta jangan sampai sama sama menuduh. Menurut saya, kita konsentrasi di gosip yg lebih strategis, yakni gosip ekonomi,” tegas Sandi.

Menurut bekas Wakil gubernur DKI Jakarta ini, waktu berjumpa dengan orang, itu yg ditanyakan yaitu masalah lapangan pekerjaan, bagaimana harga-harga barang dapat konstan. Lalu, sambungnya, beberapa petani tdk merintih harga hasil pertaniannya yg anjlok.

“Dan bagaimana pun, kita yakinkan kalau ke depan, pengendalian utang negara itu, eh, ya dapat dikendalikan,” tuturnya.

Jadi, Sandi kembali menambahkan, melemparkan gosip di luar permasalahan ekonomi sudahlah tidak sama buat bahan kampanye.

“Menurut kami tdk strategis. Seperti (dakwaan gunakan) konsultan (asing) atau menyerang negara beda, seperti Propaganda Rusia. Kita fokusnya di ekonomi,” sindirnya kembali.

Karena itu, Sandi kembali menyatakan, dianya serta Calon presiden Prabowo Subianto akan tetap mengkampanyekan permasalahan ekonomi. “Begitupun ke depan, kami bakal konsentrasi merapikan orang, berjumpa, tangkap masukan UMKM,” ujarnya.

“Kita ingin bangkitkan, kalau Indonesia punyai kapasitas, kalaupun kita punyai pemerintah yg kuat, Prabowo-Sandi dapat hadirkan jalan keluar buat Indonesia yg lebih baik,” jelasnya meyakini.

Sejak mulai 1 minggu paling akhir, desas-desus Propaganda Rusia berubah menjadi objek politik yg tengah ramai dibicarakan publik pasca-deklarasi Komunitas Alumni Jawa timur (FAJ) #01 di Tugu Pahlawan Surabaya pada 2 Febuari saat lalu.

Makna ini muncul waktu Calon wakil presiden patahana, Jokowi mengerjakan orasi politiknya di tengahnya pendukungnya: massa FAJ #01. Problemnya yaitu ada timses, yg siapkan suatu propaganda, yg namanya Propaganda Rusia, kata Jokowi tiada menyebutkan team siapa yg disebut.

Propaganda Rusia itu, sambungnya, “Yg kapan waktu selamanya keluarkan semburan-semburan fitnah, yg kapan waktu selamanya keluarkan semburan-semburan dusta, yg kapan waktu selamanya keluarkan semburan-semburan hoax,” papar Jokowi waktu itu.