Rokok Elektrik Bukan Solusi Berhenti Merokok

Di publikasikan dalam Journal terbarunya Lancet Respiratory pada tanggal 14 Januari tahun 2016. Sebuah studi ini mengungkapkan bagi seseorang yang memakai rokok elektrik tidak bisa menurunkan atau menghentikan kebiasaan merokok sebanyak 28 persen. Perdebatan ini sudah dilakukan oleh peneliti sejak lama. untuk mengurangi rasa berhenti menjadi perokok berat hal ini bukanlah solusi yang tepat.

Solusi ini tidak menjadikan bagi perokok berat yang berpindah ke rokok elektrik untuk menjadi solusi yang tepat, kebiasaan tersebut malah menjadikan perokok semakin aktif mengonsumsi rokok, ungkap senior studi Stanton Glantz, yaitu Professor dari Pusat Penelitian, Pendidikan dan Pengendalian Tembakau University of California, di San Francisco.

Rokok elektrik dipublikasikan pada seorang perokok berat atau yang kecanduan rokok untuk bisa berhenti merokok, namun hal tersebut membuat perokok malah semakin aktif untuk tidak bisa berhenti merokok, rokok elektrik malah semakin berbahaya dan memiliki efek yang buruk bagi penggunannya.

Cara kerja rokok elektrik ini memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh benda tersebut dan mengubahnya menjadi uap yang memiliki rasa atau beraroma buah, dan rokok ini menggunakan baterai. Hal tersebut membuat US Preventhe Services Task Force mengutarakan pendapatnya, semua hal tersebut tidak benar, bahwa rokok elektrik ini memiliki dampak berbahaya bagi seorang yang menghirup uap tersebut, bahkan bukti untuk berhenti menggunakan rokok elektrik ini tidak terbukti bagi orang dewasa yang ingin berhenti merokok.