Home / Uncategorized / Polres Sejawabarat Lakukan Pemeriksaan Kontrol Senjata Polisi

Polres Sejawabarat Lakukan Pemeriksaan Kontrol Senjata Polisi

Polres Sejawabarat Lakukan Pemeriksaan Kontrol Senjata Polisi – Semua Kepolisian Resor (Polres) deretan Polda Jawa Barat lakukan pemeriksaan mendadak (sidak) kontrol senjata barah anggota polisi, Kamis (5/10/2017) . Langkah ini ditunaikan manfaat menghadapi penyalahgunaan senjata serta insiden yang menelan korban orang-orang.

Di Polrestabes Bandung, kontrol senjata barah anggota polisi di pimpin Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo di Makosatreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa. Semua anggota yang diberi senjata barah, baik kepala sisi (kabag) , kepala kesatuan (kasat) , kepala seksi (kasi) , kepala kepolisian bidang, atau personel melakukan kontrol itu.

Polsek-polsek di semua deretan Poltestabes Bandung juga melakukan sidak sama.
Satu persatu senjata anggota dikosongkan dari peluru. Tiap-tiap anggota dijatah enam butir peluru untuk pistol revolver. Jika jumlah peluru menyusut, Kapolres bertanya pemakaian peluru itu untuk apa.

” Kontrol senjata barah yang dibawa anggota ini dikerjakan serentak di deretan Polrestabes Bandung. Kami mengecek keadaan fisik, dirawat atau tidak, termasuk juga jumlah peluru, kelengkapan surat izin membawa serta memakai senjata barah. Saya juga mengingatkan supaya pemakaian senpi sesuai sama standar operational procedur (SOP) , ” kata Hendro.

Menurut Hendro, hasil sesaat kontrol itu, tidak diketemukan pelanggaran SOP kepemilikan serta pemakaian senjata. Namun terdapat banyak anggota yang izin senpinya udah kedaluarsa.

” Jika surat izin pemegang senjata habis, saya perintahkan diperpanjang serta senpinya dikembalikan ke kesatuan untuk sesaat hingga surat izin yang baru keluar. Demikian halnya bila ada penyalahgunaan, automatis senpinya ditarik, ” tandas Hendro.

Sidak senpi itu ditunaikan sesudah Kapolda Jawa barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto memerintahkan semua deretan mengecek semua senjata anggota.

Perintah itu di keluarkan Kapolda menyusul insiden penembakan dua warga sipil oleh anggota polisi di Kota Bandung serta Kabupaten Garut.

” Kami juga mengecek tingkah laku anggota yang memegang senjata, umpamanya emosional, sukai main ke tempat hiburan, dan sebagainya. Insiden penembakan selalu berjalan. Anggota menembak penjahat atau menembak sendiri, anak, istri, serta orang yang lain. Karna itu, sebagai pimpinan saya selamanya mengingatkan janganlah ada penyalahgunaan atau pelanggaran SOP, ” ujar Kapokrestabes.

Kapolda Jawa barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto menuturkan, masalah pengetatan serta penilaian kepada anggota yang memegang senjata itu udah ada ketentuannya.

” Kapolres-kapolres yang menguraikan, dari mulai kontrol senpi dan pemakaianya. Optimis itu nyata-nyata dikerjakan (tes psikologi) . Yang ke-2, bila lakukan pelanggaran tentang senjata barah, juga akan saya sistem, ” kata Agung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (4/10/2017) .

Kapolda menilainya insiden penembaan di Jalan Mohamad Toha, Kota Bandung pada Minggu (1/10/2017) lebih kurang jam 01. 30 WIB, berjalan bukanlah karna kekeliruan anggota kepolisian.

Namun, waktu itu memanglah berjalan pengeroyokan lebih dahulu hingga tanpa ada berniat pistol anggota Polsekta Bojongloa Kidul yang tengah bertugas akan menangkap tersangka pengeroyokan meletus lantas peluru tentang tengkuk korban Agus Maulana Sidin (23) .

About