Penyelundupan Sabu Diselipkan di Bedcover Terungkap, Polisi Bekuk 2 Pelaku

Penyelundupan Sabu Diselipkan di Bedcover Terungkap, Polisi Bekuk 2 Pelaku – Polisi membuka beberapa masalah penyelundupan sabu satu pekan ini. Barang haram itu ada yang diselipkan di celah bedcover sampai yang dipres demikian rupa mirip kardus.

“Untuk tanda bukti narkotika type sabu, bila disaksikan dari kemasannya ialah narkotika type sabu yang datang dari Penang, Malaysia, Hong Kong, serta China,” jelas Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto dalam info tercatat, Jumat (2/11/2018).

“Modus operandi diantaranya di tempat sisa permen, dimasukkan ke paket makanan, dimasukkan di antara kain bedcover, serta di kirim lewat layanan pengiriman, dipres tipis, serta disamarkan ke kardus,” sambung Eko.

Eko bercerita pengungkapan 4,5 kg sabu di celah bedcover dikerjakan aparat Polres Tarakan Polda Kalimantan Utara. Pada masalah ini, polisi meringkus dua terduga, yakni Yam Yunus serta Muhammad Lukman Adhim.

“Pada Selasa (23/10) seputar jam 12.00 Wita, berada di kargo Bandara Juwata Tarakan, petugas avsec menyerahkan barang disangka sabu pada anggota yang diselipkan di celah kain bedcover yang akan di kirim lewat ekspedisi,” jelas Eko.

Sabu itu dibagi jadi empat paket kiriman dengan keseluruhan berat 1,9 kg serta akan di kirim ke Makassar. Esok harinya, Rabu (24/10), aparat temukan usaha penyelundupan dengan cara yang sama.

“Dengan ekspedisi yang berlainan, diketemukan 2,09 kg sabu. Tetapi maksudnya sama, Makassar,” tutur Eko.

Aparat lantas lakukan control delivery dengan menggandeng Team Resmob Polda Sulawesi Selatan. Pada Jumat (26/10), polisi sukses mengidentifikasi serta tangkap pengirim paket sabu itu.

“Waktu penangkapan, diketemukan sabu seberat 500 gr yang akan diambil di kantor ekspedisi, Rappocini, Makassar,” kata Eko.

Sesudah itu, lanjut Eko, pengungkapan sabu yang dipres mirip kardus dikerjakan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan. Dalam masalah ini, polisi tangkap tiga terduga bernama Nazar, Adi, serta Liberta.

“Pada Selasa (30/10) seputar jam 08.00 WIB di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, anggota memperoleh info pengiriman narkotika dari Batam ke arah Palembang. Paket itu di kirim dengan pesawat Lion Air jam 17.15 WIB dari Batam,” narasi Eko.

Lalu team mengamankan orang yang diduga itu, yang didapati bernama Libertam. Polisi ikut tangkap kurir, yakni Nazar serta Adi, yang akan menyerahkan sabu.

“Sesudah digeledah, anggota temukan sabu yang telah dipres serta disamarkan dalam kardus berbentuk delapan lempengan. Berat tanda bukti 1,2 kg,” pungkas Eko.