Pansel Capim KPK Kurang Transparan Pandangan Abraham Samad

Pansel Capim KPK Kurang Transparan Pandangan Abraham Samad – Eks Ketua KPK Abraham Samad memandang kemampuan Pansel Capim KPK kurang transparan. Pansel dianggap tak memaparkan detil masalah persyaratan penilaian dalam lepaskan capim KPK.

“Menurut saya yg saat ini kurang transparan, ia harus punya sikap jujur dong mengemukakan persyaratan apa hingga sampai orang yg selamat, kriterianya apa hingga sampai orang ini tidak selamat,” kata Samad di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

Menurut Samad, Pansel belum mengatakan langsung ke publik. Ia selanjutnya membanding-bandingkan kemampuan pansel sekarang dengan pansel sewaktu dianya mencalonkan diri jadi pimpinan KPK.

“Waktu masa saya itu jelas semua, jadi orang tidak dapat menduga-duga lantaran diterangkan. Umpamanya si A lulus lantaran nilai ini kan transparan, namun bila cuman menyebutkan A hingga sampai Z selamat B ke bawah tidak, apa faktanya,” kata Samad.

Disamping itu, eks Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menilai kemampuan Pansel Capim KPK dalam tentukan 20 capim yg selamat. Busyro mengemukakan pansel belum membantu kritikan dari publik.

“Belum akomodatif, belum menjunjung,” kata Busyro.

Busyro mengatakan pansel belum punyai loyalitas untuk pilih orang yg pas untuk isikan pimpinan KPK. Karenanya, ia sangatlah mencurigakan kemampuan pansel capim KPK sekarang.

“Ini tunjukkan pansel KPK itu komitmennya pada tanggung jawab untuk pilih 10 pimpinan KPK itu yg diserahkan ke DPR itu terdapat banyak yg mencurigakan. Kami ada dalam tempat yg mencurigakan,” ucap Busyro.