Mobil Mewah Bupati HST Diambil KPK

Mobil Mewah Bupati HST Diambil KPK – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) nonaktif Abdul Indah mempunyai 23 kendaraan mewah. Abdul Indah yg terserang OTT KPK, saat ini telah masuk meja hijau.

Abdul Indah terlebih dulu menyebutkan, semestinya KPK tidak segera mengambil alih semua kendaraannya itu karna belumlah ada ketentuan hukum. KPK disuruh tunjukkan dahulu aset punya dia yg mana yg berkenaan kejahatannya.

Diluar itu, ia beli kendaraan mewah yaitu hal yg ringan karna entrepreneur serta kontraktor di Kalimantan Selatan.

” Aku entrepreneur, kontraktor. Bila untuk beli mobil segitu tidak sangat susahlah, ” kata Indah Selasa (3/4) .

Namun KPK mengatakan tambah baik barang sitaan itu di jual tanpa ada menanti persoalan itu berkekuatan hukum tetaplah (inkrah) . Wakil Ketua KPK Saut Situmorang perhitungkan masalah dana pemeliharaan serta nilai barang yg mau turun seiring waktu berjalan.

Berikut daftar mobil mewah serta moge yg diambil alih KPK :

Mobil yg diambil alih :
– 2 unit Hummer H3
– 1 unit Cadillac Escalade
– 1 unit Toyota Vellfire
– 1 unit Lexus LX 570
– 1 unit Jeep Wrangler Call of Duty MW3
– 1 unit BMW 640i
– 1 unit Jeep Rubicon

Moge yg diambil alih misalnya :
– 1 unit Ducati Streetfighter 848
– 1 unit Harley Davidson 103
– 1 unit Harley Davidson Fat Boy
– 1 unit Harley Davidson 1250
– 1 unit BMW R nineT
– 1 unit Harley Davidson Screamin’ Eagle
– 1 unit kisi-kisi KTM Germany Saxony
– 1 unit kisi-kisi Husaberg TE300

Abdul Indah didakwa terima suap Rp 3, 6 miliar. Suap itu dimaksud berkenaan pembangunan ruangan perawatan di RSUD Damahuri Barabai.

Indah terima suap itu dari Direktur Paling utama PT Menara Agung Pustaka, Donny Witono telah divonis 2 th. penjara. Donny dapat di buktikan menyogok Abdul Indah Rp 3, 6 miliar supaya perusahaannya menang project di Barabai, Kalimantan Selatan.

Atas tindakannya itu, Abdul Indah didakwa tidak mematuhi pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU 31 th. 1999 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sama seperti dirubah dengan UU nomor 20 th. 2001.