Miftahul Dicecar Andil Jadi Aspri Menpora Sehubungan Dana Hibah KONI

Miftahul Dicecar Andil Jadi Aspri Menpora Sehubungan Dana Hibah KONI – KPK periksa asisten pribadi Menteri Pemuda serta Olah-raga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, jadi saksi pendapat suap pencairan hibah ke KONI. Miftahul dicecar masalah andil jadi aspri Menpora sehubungan pencairan hibah KONI.

“Kami memahami seterusnya sehubungan bagaimana andil yg terkait tempatnya dalam kepegawaian seperti apakah. Apa pegawai Kemenpora atau asisten pribadi atau staf pribadi menteri. Apakah yg didapati sehubungan dengan hibah Kemenpora pada KONI,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2019).

Febri menuturkan, penyidik ikut bertanya rekan Miftahul dengan Menpora. Rekan yg disebut merupakan pertanggungjawabannya dalam soal pekerjaan dengan terhadap Menpora.

“(Didalami ikut) bagaimana interaksi atau rekan pertanggungjawaban pada staf Menpora dengan Menpora-nya sendiri,” ujarnya.

Miftahul dikontrol jadi saksi buat terduga Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy. Ada 2 saksi yang lain yg dikontrol buat Ending, yakni Twisyono serta Suradi.

Dalam perkara yg berasal dari OTT ini, KPK udah mengambil keputusan lima terduga dalam perkara pendapat suap sehubungan pencairan dana hibah Kemenpora buat KONI. Mereka adalah:

a. Disangka jadi pemberi:

– Ending Fuad Hamidy jadi Sekjen KONI
– Johnny E Awuy jadi Bendahara Umum KONI

b. Disangka jadi penerima:

– Mulyana jadi Deputi IV Kemenpora
– Adhi Purnomo jadi petinggi pembuat prinsip pada Kemenpora dkk
– Eko Triyanto jadi Staf Kemenpora dkk

KPK menerka berlangsung perjanjian pada pihak Kemenpora serta KONI buat mendistribusikan fee sebesar 19,13 % dari keseluruhan dana hibah Rp 17,9 miliar, yakni Rp 3,4 miliar.