Korban Pemerkosaan Langsung Melapor Ke Polisi

Korban Pemerkosaan Langsung Melapor Ke Polisi – Masalah pemerkosaan pada gadis di bawah usia berlangsung di Boyolali. Polisi yg memperoleh laporan langsung mengincar pemeran serta menangkapnya.

“Dua orang pemeran telah kami tangkap serta diputuskan jadi terduga,” kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Mulyanto, pada wartawan Rabu (26/6/2019).

Ke-2 terduga yaitu Dony Maulana GM (31) serta Muhammad Nur Shodiq (24), ke-2 masyarakat Desa Jenengan, Kecamatan Sawit, Boyolali. Saat ini kedua-duanya mesti meringkuk di sel tahanan Mapolres Boyolali untuk bertanggung jawab tindakannya.

Ke-2 terduga tega memperkosa NM (17) masyarakat Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Pemerkosaan itu berlangsung di jalan Solo-Semarang, di taman kota samping SMKN 1 Mojosongo. Peristiwanya pada Senin (24/6/2019) kurang lebih jam 00.30 WIB.

Diterangkan, awalannya korban bersama-sama temannya W pada Minggu (23/6/2019) malam berjalan-jalan berboncengan memakai sepeda motor. Kedua-duanya berjalan-jalan sampai malam hari, misalnya di kompleks perkantoran terintegrasi Pemkab Boyolali, yang berubah menjadi ruang umum.

Kurang lebih jam 00.30 WIB, mereka berhenti di taman samping SMKN 1 Mojosongo, Boyolali. Setelah itu, mereka dikunjungi tiga orang laki laki tidak diketahui. Dua salah satunya yaitu terduga. Setelah itu, saksi W diperintah mengantar salah satunya pria kawan ke-2 terduga untuk mengantar ke Sawit ambil sepeda motor.

“Dan korban ditinggal dalam tempat itu bersama-sama ke-2 terduga,” kata Mulyanto.

Waktu ditinggal saksi ke Sawit itu, ke-2 terduga lakukan tindakan bejatnya pada korban. Korban yg masih di bawah usia itu didesak lakukan interaksi seperti suami istri.

“Korban menampik, akan tetapi ke-2 terduga memaksakan serta membekap mulut korban. Ke-2 terduga pun mengintimidasi akan membunuhnya bila korban tak ingin lakukan interaksi seperti suami istri itu,” jelas ia.

Sampai selanjutnya temannya ada ke tempat itu. Korban setelah itu membawa saksi lari serta melapor ke kantor Satpol PP Kabupaten Boyolali. Petugas piket Satpol PP setelah itu memberitahukannya ke Polres Boyolali.

“Sesudah memperoleh laporan, petugas kami langsung bergerak lakukan pemburuan serta sukses tangkap ke-2 terduga di tempat tinggalnya semasing dalam hari yg sama,” timpalnya.

Saat ini ke-2 pemuda itu sudah ditahan di Mapolres Boyolali untuk bertanggung jawab tindakannya. Ke-2 terduga saat ini masihlah dalam penyelidikan petugas Unit Service Wanita serta Anak (PPA) untuk proses hukum.

Ke-2 terduga dijaring Kasus 81 atau Kasus 82 UU RI No.17 tahun 2016 mengenai Penentuan Perpu No. 1 tahun 2016 mengenai pergantian ke-2 atas UU No. 23 tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak Jo Kasus 76 D serta 76 E UU No. 35 tahun 2014 mengenai pergantian atas UU No. 23 tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak. Intimidasi hukumannya sedikitnya 5 tahun penjara.