Kasus Pelecehan Mandor Terhadap Karyawati Terjadi di Sebuah Pabrik Krupuk Mojokerto

Kasus Pelecehan Mandor Terhadap Karyawati Terjadi di Sebuah Pabrik Krupuk Mojokerto – Seseorang mandor pabrik krupuk di Kabupaten Mojokerto diadukan sudah lakukan pelecehan seksual pada beberapa karyawati. Tetapi, perkara ini selesai damai sebab korban cuma menuntut aktor dikeluarkan.

Perkara pelecehan seksual ini berlangsung dalam suatu pabrik krupuk di Desa Purworejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Aktor berinisial ECN (55) kerja menjadi pengawas produksi atau mandor di pabrik itu. Sesehari ia tinggal di mess yang disajikan perusahaan.

Salah seseorang korban menjelaskan, ECN lakukan tindakan asusila itu di pabrik. Seperti tanpa ada perasaan malu, pria asal Ngaglik, Kabupaten Seleman itu dikira meremas buah dada serta sisi belakang badan beberapa karyawati yang tengah kerja.

” Ia langsung lakukan laganya dari belakang. Korbannya telah 10 karyawati, ” kata korban terhadap wartawan selesai berikan info terhadap polisi di Mapolsek Pungging, Rabu (24/4/2019) .

Kanit Reskrim Polsek Pungging Aiptu Ngumar Supandi membetulkan terdapatnya perkara pelecehan seksual itu. Menurutnya, perkara ini keluar selesai banyak korban tidak setuju pihak manajemen pabrik krupuk pada Selasa (23/4) .

” Kami telah memberi saran terhadap banyak korban supaya melapor ke PPA (Unit Layanan Wanita serta Anak) . Tetapi, mereka malas menyampaikan. Mereka cuma ingin aktor lekas dikeluarkan dari pabrik, ” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Supandi, ini hari pihaknya memohon info dari 3 orang perwakilan korban. Perwakilan perusahaan pun di panggil. Ke-2 pihak setuju menyelesaikan kesulitan ini melalui cara kekeluargaan.

Kesepahaman itu diambil selesai lewat proses perundingan yang dimediasi tiga pilar desa, adalah Babinsa, Bhabinkamtibmas serta Kepala Desa. Jalan keluar damai ini dibikin dalam pengakuan tercatat.

” Hasilnya, perkara ini diakhiri lewat cara kekeluargaan. Banyak korban setuju apabila perkara ini berhenti dengan ketentuan yang mereka kehendaki, ” pungkasnya.