Home / berita umum / Jokowi-Ma’ruf, Keluar Jadi Juara Dengan Keseluruhan Suara Sebesar 85.607.362 (55,50 Prosen)

Jokowi-Ma’ruf, Keluar Jadi Juara Dengan Keseluruhan Suara Sebesar 85.607.362 (55,50 Prosen)

Jokowi-Ma’ruf, Keluar Jadi Juara Dengan Keseluruhan Suara Sebesar 85.607.362 (55,50 Prosen) – Penghitungan suara Pemilihan presiden 2019 sudah selesai. Senin (21/5/2019) pagi hari, KPU memberitakan hasilnya. Pasangan nomer urut 01, Jokowi-Ma’ruf, keluar jadi juara dengan keseluruhan suara sebesar 85.607.362 (55,50 prosen). Sesaat pasangan nomer urut 02, Prabowo-Sandiaga, cuma menggapai suara sebesar 68.650.239 (44,50 prosen). Prabowo-Sandiaga cuma menang di 13 propinsi, sedang Jokowi-Ma’ruf menang di 21 propinsi, termasuk juga di Jawa Timur. Di propinsi ini, Jokowi-Ma’ruf menang di 32 kabupaten/kota. Mereka cuma kalah di Bondowoso, Pacitan, Pamekasan, Sampang, Situbondo, serta Sumenep. Kemenangan Jokowi’Ma’ruf di Jawa Timur gak dapat dilepaskan dari dampak Nahdlatul Ulama (NU) jadi organisasi massa Islam paling besar di Indonesia, dan yang paling kompak serta banyak anggotanya di Jawa Timur. Mulai sejak kembali lagi khittah 1926 pada 1984, NU memang gak sempat lewat cara sah serta resmi berpolitik praktis. Tapi, kecenderungan-kecenderungan pilihan pada satu diantara peserta politik selamanya tampak dari berbagai manuver yang dijalankan oleh beberapa tokohnya. Terpilihnya Ma’ruf Amin (bekas Rais Aam PBNU) jadi cawapres yang menemani Jokowi, pasti jadi catatan tertentu. Belumlah juga munculnya Jokowi bersama-sama Habib Luthfi bin Yahya serta Mbah Moen (K.H. Maimoen Zubair) jadi beberapa tokoh NU bertambah menyatakan kecondongan ekspresi politik sebagian besar masyarakat nahdliyin. Perihal ini sesuai sama hasil survey yang pernah dijalankan oleh Tanda Politik Indonesia yang dijalankan pada awal April 2019. Hasil survey itu perlihatkan sebesar 62,7 prosen nahdliyin beri dukungan Jokowi-Ma’ruf, sesaat bekasnya beri dukungan Prabowo-Sandiaga, khususnya di Banten serta Jawa Barat. Pada bulan yang sama, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, K.H. Anwar Iskandar, bahkan juga membidik kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Jawa Timur sebesar 70 prosen. Hal semacam itu dia berikan selesai hadir ikrar support terhadap Jokowi-Ma’ruf, di Pondok Pesantren An Nur 1, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Dia menyatakan, lewat cara organisasi NU memang tdk berpolitik praktis, tetapi masyarakat NU termasuk juga pengurus, kiai, serta santri, punyai hak politik yang sama juga dengan masyarakat negara lain. Simak juga: PBNU Klaim Taati Khittah 1926 Walau Siap Menangi Jokowi-Ma’ruf Garis Demarkasi dengan Islam Konservatif Menurut M. Faishal Aminudin, pengajar Pengetahuan Politik di Kampus Brawijaya, Malang, satu diantara elemen yang menggerakkan masyarakat nahdliyin pilih Jokowi-Ma’ruf merupakan garis keislaman NU yang moderat. Sesaat faksi Prabowo-Sandiaga lebih dekat sama kelompok-kelompok Islam puritan, bahkan juga “garis keras”. Dihubungi Tirto melalui telephone pada Rabu (22/5), dia memasukkan, Prabowo-Sandiaga sesungguhnya punyai kesempatan semakin besar buat menarik simpati masyarakat nahdliyin, lantaran desas-desus ekonomi cukup memberatkan Jokowi. Tapi, lantaran pasangan itu malah jadi dekat sama golongan Islam konservatif serta condong transnasional, karena itu NU lantas menjauhinya. Menurut dia, Ma’ruf Amin sesungguhnya figur kiai yang tdk demikian mengakar di golongan nahdliyin. Perihal ini bisa dibuktikan dengan kekalahannya di Banten jadi tempat kelahirannya. Tapi, lantaran ideologi keislaman banyak simpatisan Prabowo-Sandiaga tdk sesuai sama prinsip-prinsip NU, karena itu support lantas mengalir ke Jokowi-Ma’ruf. Jawa Timur jadi basis masyarakat Nahdliyin paling besar di Indonesia pun jadi kantong besar untuk Jokowi-Ma’ruf buat mendulang suara. Keadaannya berlainan dengan, umpamanya, Jawa Tengah dimana NU cuma kuat di pesisir utara, serta di Jawa Barat yang cuma kuat di Cirebon dan sejumlah Priangan Timur seperti Tasikmalaya serta sekelilingnya. Perihal lain menurut M. Faishal Aminudin yang kuatkan suara NU untuk Jokowi-Ma’ruf, khususnya di Jawa Timur merupakan dua pilar NU yang tokohnya dalam beberapa peluang dekat sama Jokowi, yaitu Mbah Moen (K.H. Maimun Zubair) jadi pilar jaringan kiai serta pesantren, dan Habib Luthfi bin Yahya jadi pilar jaringan tarekat.

About admin