Dengan ganja, bisa atasi migrain

Ditemukan langkah baru untuk mengobati penyakit migrain. Mariyuna atau yang disebut ganja ini bisa menurunkan tegangan salam frekuaensi sakit kepala, studi ini diterbeitkan pada 9 januari dalam jurnal Pharmacotherapy. Studi ini telah melibatkan orang sebanyak 121 yang memiliki penyakit migrain, sebanyak 103 orang mengatakan migrain sudah menghilang setelah mengonsumsi terapi ganja.

Tetapi ada sebagian yang tidak berhasil dalam terapi itu, ada 15 responden yang tidak bekerja. Dalam menjalani terapi tersebut, mereka mengatakan tidak mengalami perubahan apa-apa dalam migrainnya, dan ada lagi yang mengatakan bila menjalani terapi tersebut malah bertambah sakit.

“Saat menjalani terapi ini, banyak yang mengatakan bahwa penyakit migrainnya semakin menurun, diantarannya dari 10,4 menurun menjadi 4,6 dalam sebulan. Dalam hal itu sudah ada peningkatan di dalam substansial bagi seseorang yang mengalami penyakit migrain,” ungkap studi Laura Borgelt, yaitu seorang professor farmasi klinis di University of Colorado Anschutz Medical Campus.

Tetapi, pada penelitian ini di catat oleh Borgelt, dalam kasus seperti ini akan memiliki keuntungan dan memiliki risiko yang besar di potensial, sama hal nya dengan obat-obatan, semua hal yang dilakukan oleh terapi ganja maupun mengonsumsi obat tetap ada efek sampingnya.