BPBD Kediri Kesal Atas Kematian Kenek Truk Tertimbun Longsor Tebing

BPBD Kediri Kesal Atas Kematian Kenek Truk Tertimbun Longsor Tebing – Seseorang kenek truk bernama Siska (25) masyarakat Kediri, meninggal tertimbun pasir kerikil dari pinggir tebing Desa Trisulo, Plosoklaten, Jumat (2/11) siang. Waktu itu Siska masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, tengah menambang pasir bersama dengan rekan-rekannya.

Kasie Humas Polsek Plosoklaten Bripka Mayanto menuturkan, waktu itu korban tengah meningkatkan pasir ke truk.

“Longsor dibawah tebing itu cuma terserang korban saja. Sebab korban tidak sadar jika tebing itu longsor,” jelas Mayanto, Sabtu (3/11/2018).

Korban juga sukses dievakuasi Jumat sore. Pihak keluarga minta jenazah langsung dimkamkan, sebab peristiwa ini dipandang bencana.

“Tempo hari keluarga minta korban jenasah lngsung dibawa pulang serta dimakmkan sebab dipandang bencana,” pungkas Mayanto.

Sesaat kematian kenek truk ini membuat BPBD Kediri jengkel. Beberapa penambang pasir dipandang bandel serta tidak mengawasi keselamatannya. Walau sebenarnya, peristiwa sama sempat berlangsung Februari 2018 yang lalu. 4 Penambang meninggal terkubur longsoran tanah serta pasir di lokasi Sungai Ngobo, saluran sungai lahar Gunung Kelud.

“Ini bukan kali pertamanya, awal mulanya Bulan Februari yang lalu, 4 orang penambang meninggal karena longsoran pasir serta tanah, penambang ini bandel mereka tidak menghiraukan himbauan BPBD berkaitan bahaya serta keselamatan mereka sendiri,” kata Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agatha waktu dihubungi detikcom.

Pihaknya bersama dengan anggotanya seringkali lakukan pengenalan di seputar tempat penambangan pasir. Belasan papan imbauan bertuliskan” ‘Awas Longsor’, ‘Bahaya Longsor’ serta yang lain tidak diacuhkan penambang pasir.

“Telah berkali-kali kami lakukan imbauan serta pengenalan, akan tetapi apakah daya penambangan pasir itu di luar kuasa BPBD, semua ada di lokasi Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.