Aktor Di Amankan Polisi AS

Aktor Di Amankan Polisi AS  – Seseorang pria di Florida, Amerika Serikat (AS) nekat menyerang seseorang pegawai restoran cepat saji cuma lantaran tidak memperoleh sedotan plastik buat pesanannya. Pria itu selanjutnya diamankan polisi ditempat atas pendapat penyerangan.

Seperti ditulis CNN, Kamis (3/1/2018), insiden ini berlangsung dalam sebuah restoran cepat saji McDonald’s di St Petersburg, Florida, AS, pada Senin (31/12) malam saat lalu. Pria bernama Daniel Taylor (40) yang seseorang gelandangan itu, geram disaat mengetahui tidak ada sedotan plastik di meja buat saus serta bumbu.

Taylor selanjutnya mendekati meja service serta berperan perbincangan panas dengan satu diantaranya pegawai restoran cepat saji itu. Perbincangan itu mengulas sedotan plastik.

Didapati kalau AS bakal lekas menetapkan gagasan peraturan baru yang melarang sedotan plastik di tiap-tiap restoran mulai tahun 2020 lain kali. Jadi permulaan, mulai 1 Januari ini, sedotan plastik tak kan di siapkan serta tiap-tiap kastemer harus memintanya langsung terhadap pegawai di tiap-tiap restoran di kota St Petersburg, Florida.

Insiden yang berlangsung di St Petersburg itu pernah direkam oleh seseorang wanita bernama Brenda Biandudi (62) sebagai saksi mata. Nampak dalam video yang direkam Biandudi kalau Taylor yang naik pitam nekat menarik kerah seseorang pegawai wanita bernama Yasmine James yang beradu alasan dengannya.

Diucapkan Biandudi kalau Taylor pernah menyebutkan beberapa pegawai restoran cepat saji itu tidak mengerjakan tugasnya dengan baik. Taylor berperan perang mulut dengan James yang bekerja pada bagian kasir.

“Pegawai itu memberitahunya (Taylor) kalau mereka tidak dibolehkan sediakan sedotan di lobi tetapi ia dapat memperolehnya bila mengharap langsung. Ia menyampaikan tidak ada ketentuan hukum semacam itu. Ia mulai beradu alasan yang diwarnai kalimat kasar, yang tak kan saya ucap,” ujarnya terhadap CNN.

“Saya menyaksikan menuju camera saya serta saya fikir mungkin saya butuh merekam ini lantaran cuma ada dikit orang di restoran. Lekas sehabis ia (Taylor) mendekati pegawai itu, saya merekamnya. Ia menjulurkan tangannya serta mengupayakan menarik serta memukul pegawai itu,” tambah Biandudi.

Diucapkan Biandudi kalau Taylor menarik pegawai wanita itu sampai mendekati mukanya. Tetapi sekejap selanjutnya, pegawai itu mengerjakan perlawanan dengan memukul tangan Taylor. Kedua-duanya berperan beradu fisik sambil si pegawai wanita mengupayakan menjaga dianya.

Beberapa orang yang ada pada kurang lebih repot meneriakkan ‘berhenti’ serta ‘lepaskan dia’ menuju Taylor. Biandudi menyebutkan, minimal diperlukan waktu 15 detik buat memisahkan Taylor serta pegawai wanita itu. Seseorang pegawai yang lain di restoran cepat saji itu selanjutnya mengharap Taylor buat keluar.

Kepolisian selanjutnya tangkap Taylor di tempat yang berjarak beberapa mil dari restoran cepat saji itu. Dijelaskan Kepolisian St Petersburg kalau Taylor pernah menendang seseorang pegawai yang lain pada bagian perut sebelum ia tinggalkan restoran cepat saji itu.

Atas tingkah lakunya itu, Taylor dijaring dua gugatan penyerangan mudah oleh kepolisian ditempat.

Menyikapi insiden ini, pihak McDonald’s menjelaskan pihaknya bekerja sama-sama dengan kepolisian. “Prioritas paling tinggi kami ialah selamanya keselamatan serta kesejahteraan pegawai serta kastemer kami di restoran kami. Kami udah berkomunikasi dengan departemen kepolisian serta kami bekerja sama-sama dengan cara penuh dengan pengumpulan bukti-bukti mereka,” kata Khim Aday dari McDonald’s Corporate Communications terhadap CNN.